Skip to main content

Trik Memberi Arahan saat Bercinta di Ranjang

BERBEDA dengan pria, wanita sering kali malu-malu mengekspresikan rasa cinta saat di ranjang, terlebih pada malam pertama. Benarkah?

Benar. Tapi yakinlah bahwa pengalaman itu tidak akan terulang kembali. Asal, pasangan pria senantiasa memberikan petunjuk serta pengarahan agar si dia menjadi lebih pintar bercinta.


Terbukti, tanpa pengarahan yang benar dari Anda, belum tentu si dia bisa memberikan apa yang Anda inginkan dan harapkan. Alhasil, 'permainan' Anda dan pasangan di ranjang pun menjadi hambar dan tidak bergairah.

Kali ini Askmen melansir beberapa langkah mudah memberikan arahan kepada pasangan ketika berada di atas ranjang, seperti:

Tujukkan apa yang Anda inginkan

Mengemukakan apa yang Anda inginkan saat berada di sampingnya merupakan salah satu bentuk pengarahan yang baik bagi dirinya. Alhasil, si dia pun menjadi lebih pintar memberikan rangsangan seksual. Contohnya, Anda mengemukakan posisi bercinta paling favorit yang Anda inginkan.

Memotivasi dirinya

Motivasi ini tentu saja bertujuan agar si dia menjadi lebih aktif dan mengambil peran yang lebih besar dari 'permainan' sebelumnya. Kini, Anda pun bisa mengajari si dia teknik memberi kepuasan seksual.

Pentingnya dirty talk

Sebenarnya dirty talk sangat berperan dalam kehidupan hubungan intim pasangan, meski kenyataannya masih banyak pasangan yang tidak menyadarinya. Terbukti, dirty talk dapat memacu gairah seks pasangan menjadi lebih aktif.

Pelajaran mengenai seni bercinta

Walau terkesan malu-malu, wanita cenderung membutuhkan pelajaran mengenai seks. Tentu saja pelajaran kali ini erat kaitannya dengan kehangatan dan keharmonisan hubungan agar terhindar dari perpecahan. Kini, awalilah kehangatan di antara Anda berdua melalui pelajaran seni bercinta.

Comments

Popular posts from this blog

Honda Supra X 125R VS Honda Supra X 125R Helm In

Blogger da pada tau kan, motor keluaran Honda yang sudah menjadi legenda selain Astrea Grand. Honda Supra namanya, sekarang da sampe di generasi ke - 3 dari awal kemunculannya dari 110cc sampe terakhir 125cc. Untuk masalah teknologi juga mengalami pembaruan dari mulai menggunakan karbu sampe terakhir menggunakan sistem injeksi generasi ke 4 yang diklaim lebih irit dan bertenaga. Disini bukan mo promosi - promosi produk Honda, tapi cuma mau sekedar sharing aja soal perbedaan - perbedaan antara Honda Supra X 125R dengan Honda Supra 125R Helm In. Yang dibandingin ini adalah motor pribadi ane sendiri tapi yang menggunakan sistem injeksi. Dimulai dari tampang depan, Perbedaan terletak di lampu utama yang memakai 2 bohlam seperti yang dipakai oleh New Supra X 125R. Untuk lampu sein dan lampu senja terletak di dada motor. Namun yang benar - benar baru teknologi lampunya sudah memakai AHO (Automatic Headlight On) atau bahasa inggrisnya lampu yang menyala otomatis ketika mesin hidup, sedangkan ...

Domain co.cc sudah tidak bisa diakses

Walah, setelah beberapa lama sudah tidak nge-blog lg eh ternyata domain .co.cc alias domain gratisan sudah tidak bisa lagi diakses. Selidik punya selidik, ternyata domain .co.cc sudah expired atau tidak di re-register ulang sama empunya. So daripada tidak bisa diakses lebih baik pakai domain asli lagi yang gratisan juga dari blogspot. Sayang sekali ya kenapa domain .co.cc tutup. Padahal banyak sekali blogger yang memanfaatkan domain gratisan ini saya salah satunya. Ya sudah lah, nasi sudah menjadi bubur so tidak perlu marah - marah atau comment menyalahkan .co.cc karena .co.cc itu layanan gratisan so wajar lah kalau terjadi kejadian seperti ini. Salam Blogger.

[REVIEW] FDR Genzi

Disini ane mo sharing soal pemakaian ban motor FDR Genzi ukuran 80/80 - 17 yang dipakai di ban depan motor Honda Supra X 125. Ban tersebut ane beli seharga Rp 185.000 + pasang + Nitrogen di daerah Tangerang. Sedianya ban tersebut diharuskan untuk menggunakan ban dalam, namun atas saran dari toko ban tersebut untuk dijadikan ban tubeless. Selama dijadikan ban tubeless dan beberapa perjalanan jauh tidak terjadi sesuatu dengan ban tersebut alias normal - normal saja. Singkat aja ya, setelah 2 tahun pemakaian dan setelah diperhatiin klo ban tersebut abisnya ga rata. Penyebabnya kurang tau jg ya; apakah karena dijadiin tubeless ato karena dari ban itu sendiri. Ada tanya sama tukang tambal ban langganan, dibilangnya klo itu dari bannya sendiri. So sekarang ban tersebut sudah jd normal kembali karena da ane pakein ban dalam kembali. Soalnya kemaren ada masalah ban sobek kecil. seperti biasa klo no pic itu bisa disebut hoax, so ini foto - fotonya