Skip to main content

Kiat Mencapai Orgasme Berkelanjutan

ORGASME adalah salah satu hal paling luar biasa yang pernah dirasakan. Lantas, apakah Anda dan pasangan dapat selalu mengalami orgasme, bahkan hingga berkelanjutan?




Mencapai klimaks dalam sebuah "permainan" di atas ranjang selalu dinanti oleh setiap pasangan. Namun setiap pasangan tentu memiliki cara yang berbeda untuk mencapai "The Big O" atau orgasme saat bercinta. Dan tidak sedikit yang merasakan bosan dan tidak mencapai kenikmatan hingga klimaks saat berhubungan intim dengan pasangan.

Nah untuk mengatasi hal tersebut, Anda dan pasangan harus membuat ajang bercinta terasa lebih seru dan menciptakan orgasme yang berkelanjutan.

Seperti yang dikutip dari Cosmopolitan, ada beberapa cara agar Anda dan pasangan bisa meraih orgasme berkelanjutan, di antaranya:

Sulut gairah berdua

Dalam mencapai kenikmatan hingga puncak, sebaiknya tidak hanya Anda sendiri yang merasakannya. Jangan hanya pria saja yang mendominasi "permainan", sementara kaum hawa belum mendapatkan kenikmatan hingga puncak. Namun pada fase ini, Anda dan pasangan harus sama-sama aktif membantu mengarahkan di mana daerah rangsangnya.

Untuk mewujudkannya, cobalah diskusikan bersama agar Anda berdua dapat mencapai indahnya orgasme yang tak terlupakan.

Terus berlatih

Kunci dari sensasi bercinta yang luar biasa adalah latihan. Dengan banyaknya berlatih di atas ranjang dijamin aktivitas bercinta Anda dan pasangan akan semakin bergelora dan mengebu-gebu. Sebab semakin banyaknya latihan, tentunya akan membuat "permainan" kalian berdua semakin indah.

Ciptakan ajang foreplay yang maksimal

Kegiatan foreplay menjadi sebuah awal yang manis sebelum memulai aktivitas bercinta. Bila Anda dan pasangan ingin terus merasakan indahnya bercinta, maka kalian berdua tidak boleh melupakan ajang foreplay.

Melalui jalan merangsang pasangan dengan meraba, membelai, memijat, mencium, atau gigitan nakal pasti akan membuat si dia semakin larut dalam "permainan" yang tengah berlangsung.

Comments

Popular posts from this blog

Honda Supra X 125R VS Honda Supra X 125R Helm In

Blogger da pada tau kan, motor keluaran Honda yang sudah menjadi legenda selain Astrea Grand. Honda Supra namanya, sekarang da sampe di generasi ke - 3 dari awal kemunculannya dari 110cc sampe terakhir 125cc. Untuk masalah teknologi juga mengalami pembaruan dari mulai menggunakan karbu sampe terakhir menggunakan sistem injeksi generasi ke 4 yang diklaim lebih irit dan bertenaga. Disini bukan mo promosi - promosi produk Honda, tapi cuma mau sekedar sharing aja soal perbedaan - perbedaan antara Honda Supra X 125R dengan Honda Supra 125R Helm In. Yang dibandingin ini adalah motor pribadi ane sendiri tapi yang menggunakan sistem injeksi. Dimulai dari tampang depan, Perbedaan terletak di lampu utama yang memakai 2 bohlam seperti yang dipakai oleh New Supra X 125R. Untuk lampu sein dan lampu senja terletak di dada motor. Namun yang benar - benar baru teknologi lampunya sudah memakai AHO (Automatic Headlight On) atau bahasa inggrisnya lampu yang menyala otomatis ketika mesin hidup, sedangkan ...

Domain co.cc sudah tidak bisa diakses

Walah, setelah beberapa lama sudah tidak nge-blog lg eh ternyata domain .co.cc alias domain gratisan sudah tidak bisa lagi diakses. Selidik punya selidik, ternyata domain .co.cc sudah expired atau tidak di re-register ulang sama empunya. So daripada tidak bisa diakses lebih baik pakai domain asli lagi yang gratisan juga dari blogspot. Sayang sekali ya kenapa domain .co.cc tutup. Padahal banyak sekali blogger yang memanfaatkan domain gratisan ini saya salah satunya. Ya sudah lah, nasi sudah menjadi bubur so tidak perlu marah - marah atau comment menyalahkan .co.cc karena .co.cc itu layanan gratisan so wajar lah kalau terjadi kejadian seperti ini. Salam Blogger.

[REVIEW] FDR Genzi

Disini ane mo sharing soal pemakaian ban motor FDR Genzi ukuran 80/80 - 17 yang dipakai di ban depan motor Honda Supra X 125. Ban tersebut ane beli seharga Rp 185.000 + pasang + Nitrogen di daerah Tangerang. Sedianya ban tersebut diharuskan untuk menggunakan ban dalam, namun atas saran dari toko ban tersebut untuk dijadikan ban tubeless. Selama dijadikan ban tubeless dan beberapa perjalanan jauh tidak terjadi sesuatu dengan ban tersebut alias normal - normal saja. Singkat aja ya, setelah 2 tahun pemakaian dan setelah diperhatiin klo ban tersebut abisnya ga rata. Penyebabnya kurang tau jg ya; apakah karena dijadiin tubeless ato karena dari ban itu sendiri. Ada tanya sama tukang tambal ban langganan, dibilangnya klo itu dari bannya sendiri. So sekarang ban tersebut sudah jd normal kembali karena da ane pakein ban dalam kembali. Soalnya kemaren ada masalah ban sobek kecil. seperti biasa klo no pic itu bisa disebut hoax, so ini foto - fotonya