Skip to main content

Bermanja - manja setelah orgasme

Tidak ada hal yang paling enak dan nyaman dilakukan setelah mencapai orgasme kecuali tidur untuk menghilangkan rasa lelah. Tetapi ingat ternyata tidur tidak menjamin pasangan anda merasa aman dan nyaman. Memang ada alasan biologis dibalik mengapa ada perasaan ingin tidur setelah bercinta. Karena, saat orgasme, manusia mengeluarkan hormon yang disebut oxytocin yang membuat kita ngantuk.


Berikut beberapa hal yang bisa dipertimbangkan untuk dilakukan sebagai pengganti tidur. Tetaplah menyentuhnya, dan anda tidak perlu membuat gerakan yang merangsang setelah pertempuran yang cukup melelahkan, karena beberapa lelaki bisa cepat pulih dengan cepat setelah bercinta, biarkan ia tahu bahwa anda masih mengagumi seperti yang anda lakukan sebelumnya.

Usahakan selalu menyentuh, tempatkan tangan pada paha dan raba dengan lembut dadanya. anda tidak perlu sampai berhubungan seksual kembali, cukup berikan kasih sayang dan perhatian.

Mandi bersama, setelah anda berdua menghabiskan waktu dengan penuh keringat, saatnya anda untuk membersihkan badan. Penuhi tub dengan air, berbaringlah diantara dua kakinya dalam air. Sabuni dia dan usap-usap tubuhnya dengan pijatan-pijatan lembut. Percayalah, ia tidak akan melupakan setiap menit pengalaman bersama anda saat itu.

Setelah lelah berhubungan, anda tentu merasakan lapar. Dari pada anda merasa ngantuk tidak ada salahnya untuk menyiapkan makan malam bersama-sama. Tujuannya untuk tetap menghabiskan waktu bersama-sama sekalipun setelah melewati klimaks.

Lakukan kembali jika anda siap untuk melakukan kembali hubungan seks, mulailah proses foreplay kembali. Mulailah dengan mencium bibinya, menjilat lembut dadanya dan merasakan semua bagian tubuhnya sampai ia siap kembali untuk pertarungan berikutnya.

Tidur bersama-sama. Jika pasangan anda adalah seorang lelaki yang memiliki kemampuan orgasme kuat dan berkali-kali dan termasuk lelaki yang agresif, ia mungkin telah lelah. Cobalah ajak untuk tidur bersama dan jangan lupa, tangan anda tetap merangkulnya agar ia tahu bahwa ia begitu sangat kuat. Telah membuat anda setengah tidak berdaya ....

Comments

Popular posts from this blog

Honda Supra X 125R VS Honda Supra X 125R Helm In

Blogger da pada tau kan, motor keluaran Honda yang sudah menjadi legenda selain Astrea Grand. Honda Supra namanya, sekarang da sampe di generasi ke - 3 dari awal kemunculannya dari 110cc sampe terakhir 125cc. Untuk masalah teknologi juga mengalami pembaruan dari mulai menggunakan karbu sampe terakhir menggunakan sistem injeksi generasi ke 4 yang diklaim lebih irit dan bertenaga. Disini bukan mo promosi - promosi produk Honda, tapi cuma mau sekedar sharing aja soal perbedaan - perbedaan antara Honda Supra X 125R dengan Honda Supra 125R Helm In. Yang dibandingin ini adalah motor pribadi ane sendiri tapi yang menggunakan sistem injeksi. Dimulai dari tampang depan, Perbedaan terletak di lampu utama yang memakai 2 bohlam seperti yang dipakai oleh New Supra X 125R. Untuk lampu sein dan lampu senja terletak di dada motor. Namun yang benar - benar baru teknologi lampunya sudah memakai AHO (Automatic Headlight On) atau bahasa inggrisnya lampu yang menyala otomatis ketika mesin hidup, sedangkan ...

Domain co.cc sudah tidak bisa diakses

Walah, setelah beberapa lama sudah tidak nge-blog lg eh ternyata domain .co.cc alias domain gratisan sudah tidak bisa lagi diakses. Selidik punya selidik, ternyata domain .co.cc sudah expired atau tidak di re-register ulang sama empunya. So daripada tidak bisa diakses lebih baik pakai domain asli lagi yang gratisan juga dari blogspot. Sayang sekali ya kenapa domain .co.cc tutup. Padahal banyak sekali blogger yang memanfaatkan domain gratisan ini saya salah satunya. Ya sudah lah, nasi sudah menjadi bubur so tidak perlu marah - marah atau comment menyalahkan .co.cc karena .co.cc itu layanan gratisan so wajar lah kalau terjadi kejadian seperti ini. Salam Blogger.

[REVIEW] FDR Genzi

Disini ane mo sharing soal pemakaian ban motor FDR Genzi ukuran 80/80 - 17 yang dipakai di ban depan motor Honda Supra X 125. Ban tersebut ane beli seharga Rp 185.000 + pasang + Nitrogen di daerah Tangerang. Sedianya ban tersebut diharuskan untuk menggunakan ban dalam, namun atas saran dari toko ban tersebut untuk dijadikan ban tubeless. Selama dijadikan ban tubeless dan beberapa perjalanan jauh tidak terjadi sesuatu dengan ban tersebut alias normal - normal saja. Singkat aja ya, setelah 2 tahun pemakaian dan setelah diperhatiin klo ban tersebut abisnya ga rata. Penyebabnya kurang tau jg ya; apakah karena dijadiin tubeless ato karena dari ban itu sendiri. Ada tanya sama tukang tambal ban langganan, dibilangnya klo itu dari bannya sendiri. So sekarang ban tersebut sudah jd normal kembali karena da ane pakein ban dalam kembali. Soalnya kemaren ada masalah ban sobek kecil. seperti biasa klo no pic itu bisa disebut hoax, so ini foto - fotonya