Skip to main content

Kepuasan Hubungan Intim Bergantung Kepintaran Pria

BANYAK yang berkeyakinan bahwa kepuasan hubungan intim yang dirasakan pasangan sangat bergantung dari kepiawaian pihak pria dalam menjalankan misinya di atas ranjang. Betulkah?

"Peran pria dalam urusan di atas ranjang memang bersifat lebih aktif, sedangkan wanita lebih bersifat pasif. Pria karenanya dituntut untuk benar-benar mampu mengendalikan 'permainan' di atas ranjang," tutur Dr Handrawan Nadesul yang dihubungi okezone melalui telepon selulernya, Minggu (2/11/2008).

Menurut Handrawan, untuk bisa mengendalikan 'permainan' dengan baik, tentu saja dibutuhkan kepintaran, bukan hanya yang menyangkut masalah teknis tetapi juga masalah-masalah nonteknis.

"Komunikasi seks dengan pasangan pun haruslah berjalan dengan baik. Pria harus menanyakan kepada pasangannya mau diperlakukan seperti apa. Begitu pun dengan wanita harus jujur mengatakan titik-titik penting dari tubuhnya yang bisa menimbulkan rangsangan seksual. Alhasil, tak sulit lagi bagi masing-masing pasangan meraih hubungan intim yang berlangsung seru dan mengasyikkan," beber Handrawan panjang.

Kenyataannya, karena faktor kekurangpintaran pihak pria, tidak jarang membuat sejumlah blunder saat 'bermain' dengan pasangannya dan membuat 'permainan' menjadi tidak seru dan tidak nikmat sehingga kurang memuaskan pasangannya.

Handrawan menyebut, paling tidak ada beberapa kesalahan mendasar yang sering kali dilakukan kaum pria saat berhubungan intim dengan pasangannya. Kesalahan itu seperti, tidak melakukan 'permainan' pendahuluan atau foreplay, tidak mengatur suasana, terlalu tergesa-gesa, dan tidak memedulikan pasangannya.

"Hubungan intim yang seru dan memuaskan itu membutuhkan dukungan suasana. Merayu dan mencumbu pasangan akan lebih mudah dilakukan jika tersedia suasana yang nyaman. Begitu pun dengan aktivitas foreplay. Foreplay merupakan bagian penting dari hubungan intim. Namun, sebagian pria mengabaikan masalah ini. Mereka lebih memilih tembak langsung. Padahal, ibarat menu makanan, foreplay merupakan hidangan pembuka selera sebelum masuk ke acara menyantap hidangan utama," pungkas pria yang mempunyai kesibukan sebagai penulis dan konsultan kesehatan di beberapa media cetak dan radio ini.

Comments

Popular posts from this blog

Honda Supra X 125R VS Honda Supra X 125R Helm In

Blogger da pada tau kan, motor keluaran Honda yang sudah menjadi legenda selain Astrea Grand. Honda Supra namanya, sekarang da sampe di generasi ke - 3 dari awal kemunculannya dari 110cc sampe terakhir 125cc. Untuk masalah teknologi juga mengalami pembaruan dari mulai menggunakan karbu sampe terakhir menggunakan sistem injeksi generasi ke 4 yang diklaim lebih irit dan bertenaga. Disini bukan mo promosi - promosi produk Honda, tapi cuma mau sekedar sharing aja soal perbedaan - perbedaan antara Honda Supra X 125R dengan Honda Supra 125R Helm In. Yang dibandingin ini adalah motor pribadi ane sendiri tapi yang menggunakan sistem injeksi. Dimulai dari tampang depan, Perbedaan terletak di lampu utama yang memakai 2 bohlam seperti yang dipakai oleh New Supra X 125R. Untuk lampu sein dan lampu senja terletak di dada motor. Namun yang benar - benar baru teknologi lampunya sudah memakai AHO (Automatic Headlight On) atau bahasa inggrisnya lampu yang menyala otomatis ketika mesin hidup, sedangkan ...

Domain co.cc sudah tidak bisa diakses

Walah, setelah beberapa lama sudah tidak nge-blog lg eh ternyata domain .co.cc alias domain gratisan sudah tidak bisa lagi diakses. Selidik punya selidik, ternyata domain .co.cc sudah expired atau tidak di re-register ulang sama empunya. So daripada tidak bisa diakses lebih baik pakai domain asli lagi yang gratisan juga dari blogspot. Sayang sekali ya kenapa domain .co.cc tutup. Padahal banyak sekali blogger yang memanfaatkan domain gratisan ini saya salah satunya. Ya sudah lah, nasi sudah menjadi bubur so tidak perlu marah - marah atau comment menyalahkan .co.cc karena .co.cc itu layanan gratisan so wajar lah kalau terjadi kejadian seperti ini. Salam Blogger.

[REVIEW] FDR Genzi

Disini ane mo sharing soal pemakaian ban motor FDR Genzi ukuran 80/80 - 17 yang dipakai di ban depan motor Honda Supra X 125. Ban tersebut ane beli seharga Rp 185.000 + pasang + Nitrogen di daerah Tangerang. Sedianya ban tersebut diharuskan untuk menggunakan ban dalam, namun atas saran dari toko ban tersebut untuk dijadikan ban tubeless. Selama dijadikan ban tubeless dan beberapa perjalanan jauh tidak terjadi sesuatu dengan ban tersebut alias normal - normal saja. Singkat aja ya, setelah 2 tahun pemakaian dan setelah diperhatiin klo ban tersebut abisnya ga rata. Penyebabnya kurang tau jg ya; apakah karena dijadiin tubeless ato karena dari ban itu sendiri. Ada tanya sama tukang tambal ban langganan, dibilangnya klo itu dari bannya sendiri. So sekarang ban tersebut sudah jd normal kembali karena da ane pakein ban dalam kembali. Soalnya kemaren ada masalah ban sobek kecil. seperti biasa klo no pic itu bisa disebut hoax, so ini foto - fotonya