Skip to main content

Seks Jujur

Dengan jujur kepada diri sendiri tentang seksualitas, anda dapat menghargai diri anda, menjadi lebih bahagia dan sehat. Seks bukan permainan atau manipulasi dan tak ada seseorang berniat untuk melakukan hal-hal tersebut.

Tanyakan lebih jauh apa yang anda butuh dan rasakan terutama jika anda merasa tidak yakin dapat melakukan hubungan seks dengan pasangan anda, namun anda tidak ingin menyakiti mereka yang nantinya malah menyakiti diri anda. Jangan berjanji apapun terutama jika anda tidak yakin dapat menepatinya.


Tanyakan pula ke pasangan anda dan orang lain yang terlibat dalam hubungan anda seperti dokter, teman atau keluarga, tentang apa yang mereka rasakan, meskipun itu sangatlah tidak mudah. Dengan mengatakan kejujuran dan bukan sesuatu yang ingin kita dengar, meskipun tidak nyaman, sekarang atau nanti akan menjadi hal yang paling baik untuk semua orang.

Seringkali kita menciptakan sebuah drama dalam kehidupan kita, terutama berkaitan dengan cinta dan seks. Mungkin selama ini kita bosan dengan rutinitas yang itu-itu saja, pekerjaan atau sekolah yang membosankan atau bahkan mungkin ingin keluar dari lingkungan yang tak pernah berkembang.

Semakin tinggi level drama, semakin tinggi cinta atau hasrat karena adrenalin kita naik drastis. Satu hal yang kita ketahui, drama atau kisah-kisah yang penuh konflik memang berhasil jika dijadikan novel, namun menciptakan drama untuk kehidupan kita sangatlah tidak disarankan.

Semakin rumit konflik semakin menarik novel tersebut untuk dibaca, tapi tidak jika terjadi di kehidupan anda. Membuat hidup anda semakin berwarna memang menyenangkan tapi tidak dengan membuat cerita seperti yang dilakukan para penulis untuk novelnya. Jika anda mempunyai hubungan yang tenang dan nyaman, jangan membuat drama untuk meramaikan hubungan anda.

Sebaliknya, ketika anda merasa ada ‘drama’ mulai dimainkan di hidup anda, jangan langsung melompat pergi, tapi mundurlah sebentar untuk mengetahui apa yang terjadi, alih-alih untuk mengatasi permasalahan yang ada.

Comments

Popular posts from this blog

Honda Supra X 125R VS Honda Supra X 125R Helm In

Blogger da pada tau kan, motor keluaran Honda yang sudah menjadi legenda selain Astrea Grand. Honda Supra namanya, sekarang da sampe di generasi ke - 3 dari awal kemunculannya dari 110cc sampe terakhir 125cc. Untuk masalah teknologi juga mengalami pembaruan dari mulai menggunakan karbu sampe terakhir menggunakan sistem injeksi generasi ke 4 yang diklaim lebih irit dan bertenaga. Disini bukan mo promosi - promosi produk Honda, tapi cuma mau sekedar sharing aja soal perbedaan - perbedaan antara Honda Supra X 125R dengan Honda Supra 125R Helm In. Yang dibandingin ini adalah motor pribadi ane sendiri tapi yang menggunakan sistem injeksi. Dimulai dari tampang depan, Perbedaan terletak di lampu utama yang memakai 2 bohlam seperti yang dipakai oleh New Supra X 125R. Untuk lampu sein dan lampu senja terletak di dada motor. Namun yang benar - benar baru teknologi lampunya sudah memakai AHO (Automatic Headlight On) atau bahasa inggrisnya lampu yang menyala otomatis ketika mesin hidup, sedangkan ...

Domain co.cc sudah tidak bisa diakses

Walah, setelah beberapa lama sudah tidak nge-blog lg eh ternyata domain .co.cc alias domain gratisan sudah tidak bisa lagi diakses. Selidik punya selidik, ternyata domain .co.cc sudah expired atau tidak di re-register ulang sama empunya. So daripada tidak bisa diakses lebih baik pakai domain asli lagi yang gratisan juga dari blogspot. Sayang sekali ya kenapa domain .co.cc tutup. Padahal banyak sekali blogger yang memanfaatkan domain gratisan ini saya salah satunya. Ya sudah lah, nasi sudah menjadi bubur so tidak perlu marah - marah atau comment menyalahkan .co.cc karena .co.cc itu layanan gratisan so wajar lah kalau terjadi kejadian seperti ini. Salam Blogger.

[REVIEW] FDR Genzi

Disini ane mo sharing soal pemakaian ban motor FDR Genzi ukuran 80/80 - 17 yang dipakai di ban depan motor Honda Supra X 125. Ban tersebut ane beli seharga Rp 185.000 + pasang + Nitrogen di daerah Tangerang. Sedianya ban tersebut diharuskan untuk menggunakan ban dalam, namun atas saran dari toko ban tersebut untuk dijadikan ban tubeless. Selama dijadikan ban tubeless dan beberapa perjalanan jauh tidak terjadi sesuatu dengan ban tersebut alias normal - normal saja. Singkat aja ya, setelah 2 tahun pemakaian dan setelah diperhatiin klo ban tersebut abisnya ga rata. Penyebabnya kurang tau jg ya; apakah karena dijadiin tubeless ato karena dari ban itu sendiri. Ada tanya sama tukang tambal ban langganan, dibilangnya klo itu dari bannya sendiri. So sekarang ban tersebut sudah jd normal kembali karena da ane pakein ban dalam kembali. Soalnya kemaren ada masalah ban sobek kecil. seperti biasa klo no pic itu bisa disebut hoax, so ini foto - fotonya