Skip to main content

Bentuk Tubuh Pengaruhi Kualitas Bercinta

LATIHAN olahraga secara teratur dipercaya meningkatkan kualitas kehidupan seks Anda dan pasangan. Dengan berolahraga, kekuatan otot akan bekerja secara optimal sehingga Anda siap menerima kejutan darinya saat beraksi di ranjang.

Uniknya, tidak hanya pengaruh lingerie yang mampu memanaskan aktivitas seks, tapi juga bentuk badan wanita. Seperti dikutip dari SheKnows, seorang Diplomate of Clinical Sexology dan AASECT Certified Sex Therapist, Michelle L. Delevante mengatakan, bentuk tubuh wanita ternyata secara tidak langsung menggambarkan bagaimana cara wanita beraksi dan berhasrat saat di ranjang.


Namun yang menjadi pertanyaan adalah apakah faktor berat badan berpengaruh pada kegiatan seks yang dilakukan? Jawabannya, semua tergantung dari wanita menilai dirinya sendiri di hadapan pasangan.

Nikmati dan resapi jiwa sensualitas

Sebagai seorang wanita, Anda seharusnya memiliki jiwa sensualitas yang cukup tinggi. Pancarkan jiwa sensualitas dan keindahan tubuh yang Anda miliki. Keduanya akan terpancar dengan sendirinya secara sempurna saat Anda bertempur dengan si dia.

Larut dalam suasana

Menikmati tiap sentuhan dari pasangan akan memberikan sensasi yang luar biasa dan membuat Anda terlarut dalam suasana bercinta. Menjadi diri sendiri dengan gerakan tubuh yang bebas membuat Anda tampil begitu percaya diri dengan kondisi apapun dalam diri Anda saat beraksi di hadapan pasangan.

Kunci utama adalah sehat

Jika Anda merasa nyaman dengan bentuk badan yang langsing tentunya harus terlebih dulu bersandar nilai sehat. Tanyakanlah sesekali kepada pasangan mengenai bentuk tubuh Anda. Jika pasangan menyukainya, berarti Anda tidak harus susah payah menurunkan berat badan. Siapa tahu saja, si dia ternyata menyukai pasangan tidur dengan bentuk tubuh yang lebih subur darinya.

Comments

Popular posts from this blog

Honda Supra X 125R VS Honda Supra X 125R Helm In

Blogger da pada tau kan, motor keluaran Honda yang sudah menjadi legenda selain Astrea Grand. Honda Supra namanya, sekarang da sampe di generasi ke - 3 dari awal kemunculannya dari 110cc sampe terakhir 125cc. Untuk masalah teknologi juga mengalami pembaruan dari mulai menggunakan karbu sampe terakhir menggunakan sistem injeksi generasi ke 4 yang diklaim lebih irit dan bertenaga. Disini bukan mo promosi - promosi produk Honda, tapi cuma mau sekedar sharing aja soal perbedaan - perbedaan antara Honda Supra X 125R dengan Honda Supra 125R Helm In. Yang dibandingin ini adalah motor pribadi ane sendiri tapi yang menggunakan sistem injeksi. Dimulai dari tampang depan, Perbedaan terletak di lampu utama yang memakai 2 bohlam seperti yang dipakai oleh New Supra X 125R. Untuk lampu sein dan lampu senja terletak di dada motor. Namun yang benar - benar baru teknologi lampunya sudah memakai AHO (Automatic Headlight On) atau bahasa inggrisnya lampu yang menyala otomatis ketika mesin hidup, sedangkan ...

Domain co.cc sudah tidak bisa diakses

Walah, setelah beberapa lama sudah tidak nge-blog lg eh ternyata domain .co.cc alias domain gratisan sudah tidak bisa lagi diakses. Selidik punya selidik, ternyata domain .co.cc sudah expired atau tidak di re-register ulang sama empunya. So daripada tidak bisa diakses lebih baik pakai domain asli lagi yang gratisan juga dari blogspot. Sayang sekali ya kenapa domain .co.cc tutup. Padahal banyak sekali blogger yang memanfaatkan domain gratisan ini saya salah satunya. Ya sudah lah, nasi sudah menjadi bubur so tidak perlu marah - marah atau comment menyalahkan .co.cc karena .co.cc itu layanan gratisan so wajar lah kalau terjadi kejadian seperti ini. Salam Blogger.

[REVIEW] FDR Genzi

Disini ane mo sharing soal pemakaian ban motor FDR Genzi ukuran 80/80 - 17 yang dipakai di ban depan motor Honda Supra X 125. Ban tersebut ane beli seharga Rp 185.000 + pasang + Nitrogen di daerah Tangerang. Sedianya ban tersebut diharuskan untuk menggunakan ban dalam, namun atas saran dari toko ban tersebut untuk dijadikan ban tubeless. Selama dijadikan ban tubeless dan beberapa perjalanan jauh tidak terjadi sesuatu dengan ban tersebut alias normal - normal saja. Singkat aja ya, setelah 2 tahun pemakaian dan setelah diperhatiin klo ban tersebut abisnya ga rata. Penyebabnya kurang tau jg ya; apakah karena dijadiin tubeless ato karena dari ban itu sendiri. Ada tanya sama tukang tambal ban langganan, dibilangnya klo itu dari bannya sendiri. So sekarang ban tersebut sudah jd normal kembali karena da ane pakein ban dalam kembali. Soalnya kemaren ada masalah ban sobek kecil. seperti biasa klo no pic itu bisa disebut hoax, so ini foto - fotonya