Skip to main content

Tiga Gaya Bercinta Tak Biasa

HASRAT untuk bercinta seringkali mengalami pasang surut. Itu merupakan hal manusiawi. Namun ketika Anda dan pasangan terus menerus dilanda kebosanan. Saatnya Anda mencari variasi gaya bercinta baru.


Berikut ini referensi gaya bercinta dari Askmen, yang patut Anda coba.

Animalistic sex
Dekati tubuh pasangan Anda, lalu kecup bibirnya perlahan. Setelah ada reaksi dari dia. Ciumlah dengan gelora membara.

Apabila pasangan terlihat mulai terpancing hasratnya. Anda bisa mencoba melancarkan aksi ?menjelajahi' bagian intim. Sampai pada akhirnya Anda berhasil melucuti satu per satu pakaian yang ia kenakan.

Bila bosan dengan gaya bercinta pada umumnya. Anda bisa mencoba doggy style. Dapur bisa menjadi saksi pergumulan Anda kali ini. Lakukan dengan cepat layaknya seks kilat.

Namun pastikan dahulu tidak ada orang selain Anda berdua di rumah ketika itu.

Passionate Sex
Ada kalanya pria merasakan hasratnya terbakar hebat dan tak kuasa ingin melepaskannya segera. Bila Mr P Anda sedang turn on, segera lancarkan aksi untuk membuat pasangan bertekuk lutut.

Saatnya unjuk gigi lewat passionate sex. Raih tubuhnya seolah Anda ingin melumatnya habis-habis. Perlakukan pasangan layaknya ia adalah wanita yang paling Anda inginkan di dunia ini.

Dan bersiaplah untuk saling menikmati cumbuan dengan hasrat membara!

Kinky Sex
Pria tidak pernah kehabisan akal memberi kejutan seks. Anda bisa membuat pasangan penasaran dengan aksi nakal lewat kinky sex.

Rangsang tubuh si dia dengan menggunakan bulu. Terdengar tak biasa? Memang. Namun sensasi tak biasa ini bisa menjadi momen tak terlupakan dalam kehidupan seks Anda berdua.

Selanjutnya, Anda bisa meminta pasangan untuk menari striptease di depan Anda. Katakan padanya Anda ingin melihat lekuk tubuhnya tanpa ada satupun benang yang menempel.

Bila pasangan terlihat tak nyaman ataupun malu-malu. Anda bisa turut larut dalam tarian striptease. Sehingga Mr P akan segera turn on, begitupun juga Miss V-nya siap menerima serangan dari Anda.

Berani mencoba?

Comments

Popular posts from this blog

Honda Supra X 125R VS Honda Supra X 125R Helm In

Blogger da pada tau kan, motor keluaran Honda yang sudah menjadi legenda selain Astrea Grand. Honda Supra namanya, sekarang da sampe di generasi ke - 3 dari awal kemunculannya dari 110cc sampe terakhir 125cc. Untuk masalah teknologi juga mengalami pembaruan dari mulai menggunakan karbu sampe terakhir menggunakan sistem injeksi generasi ke 4 yang diklaim lebih irit dan bertenaga. Disini bukan mo promosi - promosi produk Honda, tapi cuma mau sekedar sharing aja soal perbedaan - perbedaan antara Honda Supra X 125R dengan Honda Supra 125R Helm In. Yang dibandingin ini adalah motor pribadi ane sendiri tapi yang menggunakan sistem injeksi. Dimulai dari tampang depan, Perbedaan terletak di lampu utama yang memakai 2 bohlam seperti yang dipakai oleh New Supra X 125R. Untuk lampu sein dan lampu senja terletak di dada motor. Namun yang benar - benar baru teknologi lampunya sudah memakai AHO (Automatic Headlight On) atau bahasa inggrisnya lampu yang menyala otomatis ketika mesin hidup, sedangkan ...

Domain co.cc sudah tidak bisa diakses

Walah, setelah beberapa lama sudah tidak nge-blog lg eh ternyata domain .co.cc alias domain gratisan sudah tidak bisa lagi diakses. Selidik punya selidik, ternyata domain .co.cc sudah expired atau tidak di re-register ulang sama empunya. So daripada tidak bisa diakses lebih baik pakai domain asli lagi yang gratisan juga dari blogspot. Sayang sekali ya kenapa domain .co.cc tutup. Padahal banyak sekali blogger yang memanfaatkan domain gratisan ini saya salah satunya. Ya sudah lah, nasi sudah menjadi bubur so tidak perlu marah - marah atau comment menyalahkan .co.cc karena .co.cc itu layanan gratisan so wajar lah kalau terjadi kejadian seperti ini. Salam Blogger.

[REVIEW] FDR Genzi

Disini ane mo sharing soal pemakaian ban motor FDR Genzi ukuran 80/80 - 17 yang dipakai di ban depan motor Honda Supra X 125. Ban tersebut ane beli seharga Rp 185.000 + pasang + Nitrogen di daerah Tangerang. Sedianya ban tersebut diharuskan untuk menggunakan ban dalam, namun atas saran dari toko ban tersebut untuk dijadikan ban tubeless. Selama dijadikan ban tubeless dan beberapa perjalanan jauh tidak terjadi sesuatu dengan ban tersebut alias normal - normal saja. Singkat aja ya, setelah 2 tahun pemakaian dan setelah diperhatiin klo ban tersebut abisnya ga rata. Penyebabnya kurang tau jg ya; apakah karena dijadiin tubeless ato karena dari ban itu sendiri. Ada tanya sama tukang tambal ban langganan, dibilangnya klo itu dari bannya sendiri. So sekarang ban tersebut sudah jd normal kembali karena da ane pakein ban dalam kembali. Soalnya kemaren ada masalah ban sobek kecil. seperti biasa klo no pic itu bisa disebut hoax, so ini foto - fotonya