Skip to main content

KB vs Kondom

KEINGINAN untuk kembali memiliki momongan sudah Anda rencanakan dengan pasangan. Namun, pasangan belum siap untuk kembali hamil. Lantas, apa yang harus dilakukan?

Jika aktivitas bercinta Anda dan pasangan tidak disertai dengan pemakaian pengaman, potensi Mr P membuahi sel telur Miss V jelas sangat besar. Jika, begitu Anda bisa mengatur kehidupan seksual lebih seksama.


Untuk Anda yang ingin mengetahui apa saja cara ampuh tak membuat pasangan hamil, berikut cara menyiasatinya:

Metode KB

Metode KB merupakan cara alami. Di mana waktu senggama disesuaikan dengan metode kalender. Cara ini sangat mudah diaplikasikan, tidak ada efek samping, dan murah.

Tidak hanya itu saja, Anda dan pasangan sama-sama dapat belajar untuk saling berempati dan menghormati. Bila Miss V pasangan memang sedang tidak ingin "dijelajahi" oleh Mr P, Anda harus memakluminya, karena ini merupakan tanggung jawab bersama.

Dengan pengendalian diri yang baik, Anda dan pasangan bisa sama-sama konsisten melakukan aksi bergumul. Lewat kerja sama, Anda dan pasangan juga dapat mempererat tali perkawinan jadi lebih intim. Namun, metode KB tidak cocok bagi wanita yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur.

Tutupi Mr P dengan kondom

Selain KB, alat kontrasepsi yang seringkali menjadi langganan para pria ialah kondom. Manfaat kondom sangat efektif bila digunakan dengan benar. Dapat digunakan bersama metode kontrasepsi lain.

Kemudahan mendapatkan kondom di banyak tempat, dan tanpa melaui resep dokter pun menjadi kondom menjadi alat pengaman seks yang begitu disukai oleh pria. Pemakaian yang tepat, dan sesuai dengan Mr P Anda bisa membuat ajang bercinta terasa lebih optimal.

Kondom cocok digunakan bagi pasangan yang butuh alat kontrasepsi siap pakai atau sementara. Namun, tidak cocok bagi pria yang mengalami ejakulasi dini, tidak dapat atau tidak suka diganggu ketika akan mencapai orgasme.

Comments

Popular posts from this blog

Honda Supra X 125R VS Honda Supra X 125R Helm In

Blogger da pada tau kan, motor keluaran Honda yang sudah menjadi legenda selain Astrea Grand. Honda Supra namanya, sekarang da sampe di generasi ke - 3 dari awal kemunculannya dari 110cc sampe terakhir 125cc. Untuk masalah teknologi juga mengalami pembaruan dari mulai menggunakan karbu sampe terakhir menggunakan sistem injeksi generasi ke 4 yang diklaim lebih irit dan bertenaga. Disini bukan mo promosi - promosi produk Honda, tapi cuma mau sekedar sharing aja soal perbedaan - perbedaan antara Honda Supra X 125R dengan Honda Supra 125R Helm In. Yang dibandingin ini adalah motor pribadi ane sendiri tapi yang menggunakan sistem injeksi. Dimulai dari tampang depan, Perbedaan terletak di lampu utama yang memakai 2 bohlam seperti yang dipakai oleh New Supra X 125R. Untuk lampu sein dan lampu senja terletak di dada motor. Namun yang benar - benar baru teknologi lampunya sudah memakai AHO (Automatic Headlight On) atau bahasa inggrisnya lampu yang menyala otomatis ketika mesin hidup, sedangkan ...

Domain co.cc sudah tidak bisa diakses

Walah, setelah beberapa lama sudah tidak nge-blog lg eh ternyata domain .co.cc alias domain gratisan sudah tidak bisa lagi diakses. Selidik punya selidik, ternyata domain .co.cc sudah expired atau tidak di re-register ulang sama empunya. So daripada tidak bisa diakses lebih baik pakai domain asli lagi yang gratisan juga dari blogspot. Sayang sekali ya kenapa domain .co.cc tutup. Padahal banyak sekali blogger yang memanfaatkan domain gratisan ini saya salah satunya. Ya sudah lah, nasi sudah menjadi bubur so tidak perlu marah - marah atau comment menyalahkan .co.cc karena .co.cc itu layanan gratisan so wajar lah kalau terjadi kejadian seperti ini. Salam Blogger.

[REVIEW] FDR Genzi

Disini ane mo sharing soal pemakaian ban motor FDR Genzi ukuran 80/80 - 17 yang dipakai di ban depan motor Honda Supra X 125. Ban tersebut ane beli seharga Rp 185.000 + pasang + Nitrogen di daerah Tangerang. Sedianya ban tersebut diharuskan untuk menggunakan ban dalam, namun atas saran dari toko ban tersebut untuk dijadikan ban tubeless. Selama dijadikan ban tubeless dan beberapa perjalanan jauh tidak terjadi sesuatu dengan ban tersebut alias normal - normal saja. Singkat aja ya, setelah 2 tahun pemakaian dan setelah diperhatiin klo ban tersebut abisnya ga rata. Penyebabnya kurang tau jg ya; apakah karena dijadiin tubeless ato karena dari ban itu sendiri. Ada tanya sama tukang tambal ban langganan, dibilangnya klo itu dari bannya sendiri. So sekarang ban tersebut sudah jd normal kembali karena da ane pakein ban dalam kembali. Soalnya kemaren ada masalah ban sobek kecil. seperti biasa klo no pic itu bisa disebut hoax, so ini foto - fotonya