Skip to main content

Pilih Woman On Top atau Missionary?

SEKS yang hebat, ternyata turut ditentukan oleh posisi bercinta. Pasalnya, tak semua wanita nyaman menikmati beragam posisi bercinta yang seringkali menjadi fantasi seks pria.

Jika Anda berpikir pasangan selama ini tidak memasalahkan gaya bercinta yang Anda inginkan, saatnya berusaha menilik lebih jeli. Sebab, bisa jadi pasangan tidak ingin menyakiti Anda dengan berpura-pura menikmati aksi ranjang.


Padahal, belum tentu ia benar-benar menikmati "keliaran" Mr P Anda. Oleh karena itu, saatnya untuk melihat lebih jeli posisi mana saja yang membuat si dia mudah menggapai orgasme. Bahkan multi orgasme dalam satu kali "permainan".

Berikut ini dua posisi bercinta favorit wanita, yakni:

Woman on top

Banyak survei memaparkan, wanita menyukai gaya bercinta woman on top. Sebab, gaya bercinta ini disinyalir dapat menahan orgasme pria lebih lama.

Dengan posisi ini, wanita bersama pasangannya bisa lebih intim dengan saling menatap. Saat wanita menduduki tubuh pria, berarti memberikan kesempatan pada pria untuk "menikmati" payudara pasangannya lebih lama.

Agar tidak terasa membosankan, Anda dan pasangan boleh juga melakukan variasi bercinta sekreatif mungkin dengan posisi ini.

Missionary

Pada posisi ini, ada kontak mata antara Anda dan pasangan. Biarkanlah lengan Anda melingkar di tubuh pasangan sambil tetap memberi tekanan pada Miss V-nya seintim mungkin. Peluklah si dia sedekat mungkin.

Cara ini bisa membuat wanita merasa dilindungi dan diterima apa adanya. Pasangan Anda pun akan menjadi lebih nyaman, dan orgasme pun bisa dengan mudah digapai.

Bagaimana, jadi memilih posisi bercinta apa?

Comments

Popular posts from this blog

Honda Supra X 125R VS Honda Supra X 125R Helm In

Blogger da pada tau kan, motor keluaran Honda yang sudah menjadi legenda selain Astrea Grand. Honda Supra namanya, sekarang da sampe di generasi ke - 3 dari awal kemunculannya dari 110cc sampe terakhir 125cc. Untuk masalah teknologi juga mengalami pembaruan dari mulai menggunakan karbu sampe terakhir menggunakan sistem injeksi generasi ke 4 yang diklaim lebih irit dan bertenaga. Disini bukan mo promosi - promosi produk Honda, tapi cuma mau sekedar sharing aja soal perbedaan - perbedaan antara Honda Supra X 125R dengan Honda Supra 125R Helm In. Yang dibandingin ini adalah motor pribadi ane sendiri tapi yang menggunakan sistem injeksi. Dimulai dari tampang depan, Perbedaan terletak di lampu utama yang memakai 2 bohlam seperti yang dipakai oleh New Supra X 125R. Untuk lampu sein dan lampu senja terletak di dada motor. Namun yang benar - benar baru teknologi lampunya sudah memakai AHO (Automatic Headlight On) atau bahasa inggrisnya lampu yang menyala otomatis ketika mesin hidup, sedangkan ...

Menguak Cara Wanita Bermasturbasi

MASTURBASI yang dilakukan oleh pria dan wanita merupakan rangsangan disengaja yang dilakukan untuk memeroleh kenikmatan dan kepuasan seksual. Sepanjang tidak berlebihan, masturbasi sah-sah saja dilakukan. Apalagi bila dilakukan bersama pasangan. Pertanyaannya kini, bagaimana bila masturbasi itu dilakukan oleh wanita, apakah ada cara khusus? Mengenai hal itu, androlog dari Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP) Dr Anita Gunawan SpAnd memaparkan cara pandangnya. "Masturbasi adalah cara untuk membuat kepuasan seksual dengan berswalayan (melakukan sendiri, orgasme sendiri, tanpa lawan). Tanpa suami, masturbasi dapat menjadi substitusi hubungan seksual bagi seorang wanita. Dengan melakukan masturbasi, seseorang dapat melepaskan ketegangan seksual. Jadi baik pria maupun wanita aman untuk melakukannya, asalkan dalam kondisi bersih," ucap Dr Anita. Kondisi bersih, lanjut Anita, menjadi syarat utama kegiatan masturbasi. Sebab kegiatan ini dilakukan langsung di area genital, karena itu ba...

[REVIEW] FDR Genzi

Disini ane mo sharing soal pemakaian ban motor FDR Genzi ukuran 80/80 - 17 yang dipakai di ban depan motor Honda Supra X 125. Ban tersebut ane beli seharga Rp 185.000 + pasang + Nitrogen di daerah Tangerang. Sedianya ban tersebut diharuskan untuk menggunakan ban dalam, namun atas saran dari toko ban tersebut untuk dijadikan ban tubeless. Selama dijadikan ban tubeless dan beberapa perjalanan jauh tidak terjadi sesuatu dengan ban tersebut alias normal - normal saja. Singkat aja ya, setelah 2 tahun pemakaian dan setelah diperhatiin klo ban tersebut abisnya ga rata. Penyebabnya kurang tau jg ya; apakah karena dijadiin tubeless ato karena dari ban itu sendiri. Ada tanya sama tukang tambal ban langganan, dibilangnya klo itu dari bannya sendiri. So sekarang ban tersebut sudah jd normal kembali karena da ane pakein ban dalam kembali. Soalnya kemaren ada masalah ban sobek kecil. seperti biasa klo no pic itu bisa disebut hoax, so ini foto - fotonya