Skip to main content

Resep Jitu Lalui Malam Pertama yang Indah

MALAM pertama selalu menjadi momen yang dinanti setiap pasangan yang baru menikah. Sebab, di momen inilah untuk kali pertama seks bebas dapat dinikmati bersama.

Seperti dikutip dari Askmen, menciptakan suasana romantis, akan membuat perasaan pasangan nyaman berada di samping Anda. Berikan ciuman mesra pada bibir si dia sambil memberikan pujian akan membuat ia begitu "berharga" di mata Anda.


Jangan terburu-buru untuk memulai ajang bercinta dengan penetrasi. Sebab, wanita umumnya sangat tegang menghadapi malam pertama. Dan ketika si dia tegang dan tidak nyaman, maka penetrasi nantinya akan menyakit Miss V-nya karena dia belum benar-benar siap menyambut Mr P.

Sebaiknya, lakukan hubungan seks secara bertahap. Dimulai dari tahap foreplay, baru masuk ke tahap selanjutnya, intercourse. Perlakukan pasangan dengan lembut.

Sementara untuk gaya bercinta, missionary sex bisa menjadi pilihan posisi paling aman untuk pasangan awam. Pasangan Anda pun akan merasa lebih nyaman, karena "dimanjakan" dengan posisi tersebut. Nah, Anda berdua bisa berhubungan seks bila sudah siap melakukannya.

Sebelumnya, Anda bisa melakukan petting terlebih dahulu sebelum melucuti satu per satu pakaian yang pasangan kenakan. Sentuhan serta cumbuan lembut pada bagian vital wanita bisa meninggalkan sensasi tersendiri.

Petting merupakan aktivitas seksual untuk memberi kode bahwa seseorang ingin melanjutkan ke hubungan yang lebih intim. Tetap mengenakan busana lengkap sembari saling meraba dan bercumbu disinyalir bisa membuat hasrat Miss V-nya menyala.

Bila pasangan terlihat menikmati setiap sentuhan dan cumbuan Anda, maka inilah saat yang tepat bagi Anda melucuti pakaiannya satu per satu.

"Wanita paling menikmati aksi spontan pria melucuti pakaiannya. Terlebih lagi pakaian dalam mereka. Di mana pria bisa memainkan jari-jemari tangannya untuk mengelus setiap bagian kulit tubuh wanita," ujar Sex Coach Patti Britton, Ph.D

Nah, saat si dia sudah bugil dan terlihat turn on, Anda baru bisa menikmati seks pembuka malam pertama.

Comments

Popular posts from this blog

Honda Supra X 125R VS Honda Supra X 125R Helm In

Blogger da pada tau kan, motor keluaran Honda yang sudah menjadi legenda selain Astrea Grand. Honda Supra namanya, sekarang da sampe di generasi ke - 3 dari awal kemunculannya dari 110cc sampe terakhir 125cc. Untuk masalah teknologi juga mengalami pembaruan dari mulai menggunakan karbu sampe terakhir menggunakan sistem injeksi generasi ke 4 yang diklaim lebih irit dan bertenaga. Disini bukan mo promosi - promosi produk Honda, tapi cuma mau sekedar sharing aja soal perbedaan - perbedaan antara Honda Supra X 125R dengan Honda Supra 125R Helm In. Yang dibandingin ini adalah motor pribadi ane sendiri tapi yang menggunakan sistem injeksi. Dimulai dari tampang depan, Perbedaan terletak di lampu utama yang memakai 2 bohlam seperti yang dipakai oleh New Supra X 125R. Untuk lampu sein dan lampu senja terletak di dada motor. Namun yang benar - benar baru teknologi lampunya sudah memakai AHO (Automatic Headlight On) atau bahasa inggrisnya lampu yang menyala otomatis ketika mesin hidup, sedangkan ...

Domain co.cc sudah tidak bisa diakses

Walah, setelah beberapa lama sudah tidak nge-blog lg eh ternyata domain .co.cc alias domain gratisan sudah tidak bisa lagi diakses. Selidik punya selidik, ternyata domain .co.cc sudah expired atau tidak di re-register ulang sama empunya. So daripada tidak bisa diakses lebih baik pakai domain asli lagi yang gratisan juga dari blogspot. Sayang sekali ya kenapa domain .co.cc tutup. Padahal banyak sekali blogger yang memanfaatkan domain gratisan ini saya salah satunya. Ya sudah lah, nasi sudah menjadi bubur so tidak perlu marah - marah atau comment menyalahkan .co.cc karena .co.cc itu layanan gratisan so wajar lah kalau terjadi kejadian seperti ini. Salam Blogger.

[REVIEW] FDR Genzi

Disini ane mo sharing soal pemakaian ban motor FDR Genzi ukuran 80/80 - 17 yang dipakai di ban depan motor Honda Supra X 125. Ban tersebut ane beli seharga Rp 185.000 + pasang + Nitrogen di daerah Tangerang. Sedianya ban tersebut diharuskan untuk menggunakan ban dalam, namun atas saran dari toko ban tersebut untuk dijadikan ban tubeless. Selama dijadikan ban tubeless dan beberapa perjalanan jauh tidak terjadi sesuatu dengan ban tersebut alias normal - normal saja. Singkat aja ya, setelah 2 tahun pemakaian dan setelah diperhatiin klo ban tersebut abisnya ga rata. Penyebabnya kurang tau jg ya; apakah karena dijadiin tubeless ato karena dari ban itu sendiri. Ada tanya sama tukang tambal ban langganan, dibilangnya klo itu dari bannya sendiri. So sekarang ban tersebut sudah jd normal kembali karena da ane pakein ban dalam kembali. Soalnya kemaren ada masalah ban sobek kecil. seperti biasa klo no pic itu bisa disebut hoax, so ini foto - fotonya