Skip to main content

Sering Ngeseks Juga Bahaya Lho!

UNTUK mendapatkan kenikmatan saat berhubungan seks, tentunya dibutuhkan energi yang cukup. Berhubungan intim dengan pasangan merupakan salah satu bentuk olahraga yang membuat pelakunya mengeluarkan banyak keringat. Tak heran bila dilihat dari faktor kesehatan, bercinta memberikan banyak manfaat.


Bagi para pasangan yang telah menikah, hubungan intim bagaikan olahraga yang menyehatkan sekaligus menyenangkan. Kendati secara kesehatan baik, namun Anda dan pasangan tetap harus waspada. Artinya, saat berhubungan intim harus dilakukan dengan berhati-hati karena bila dilakukan terlalu berlebihan bisa menyakiti Anda maupun pasangan.

Tak dapat dipungkiri, ada sebagian orang yang memiliki nafsu seksual sangat besar (hypersex). Hal ini jelas akan menimbulkan bahaya yang cukup besar terhadap diri mereka. Pasalnya, memaksakan diri untuk bersanggama dapat memadamkan hasrat yang bersifat alami. Sehingga dengan begitu organ-organ tubuh yang alami menjadi lemah, dan hal-hal yang tidak alami menjadi kuat, daya tahan tubuh melemah, semangat menurun, gerakan tubuh berkurang, perut menjadi besar dan hati melemah, serta proses pencernaan di dalamnya menjadi tidak baik. Demikian pendapat Muhammad al-Baz yang diperinci dalam buku “Arabic Kamasutra”.

Lantas apa dampak negatifnya terlalu sering bersanggama?

“Dampaknya, sel darah menjadi rusak, urat-urat menjadi lemah, proses penuaan menjadi lebih cepat, keceriaan dan kewibawaan wajah menghilang, pandangan mata melemah, rambut menjadi tipis dan mudah rontok, bahkan dapat menimbulkan kebotakan dan darah membeku,” jelas Muhammad al-Baz.

“Terlalu sering bersanggama juga dapat membahayakan urat syaraf, menimbulkan gemetar dan gerakan yang lemah, serta membahayakan dada dan paru-paru,” tukasnya.

Comments

Popular posts from this blog

Honda Supra X 125R VS Honda Supra X 125R Helm In

Blogger da pada tau kan, motor keluaran Honda yang sudah menjadi legenda selain Astrea Grand. Honda Supra namanya, sekarang da sampe di generasi ke - 3 dari awal kemunculannya dari 110cc sampe terakhir 125cc. Untuk masalah teknologi juga mengalami pembaruan dari mulai menggunakan karbu sampe terakhir menggunakan sistem injeksi generasi ke 4 yang diklaim lebih irit dan bertenaga. Disini bukan mo promosi - promosi produk Honda, tapi cuma mau sekedar sharing aja soal perbedaan - perbedaan antara Honda Supra X 125R dengan Honda Supra 125R Helm In. Yang dibandingin ini adalah motor pribadi ane sendiri tapi yang menggunakan sistem injeksi. Dimulai dari tampang depan, Perbedaan terletak di lampu utama yang memakai 2 bohlam seperti yang dipakai oleh New Supra X 125R. Untuk lampu sein dan lampu senja terletak di dada motor. Namun yang benar - benar baru teknologi lampunya sudah memakai AHO (Automatic Headlight On) atau bahasa inggrisnya lampu yang menyala otomatis ketika mesin hidup, sedangkan ...

Menguak Cara Wanita Bermasturbasi

MASTURBASI yang dilakukan oleh pria dan wanita merupakan rangsangan disengaja yang dilakukan untuk memeroleh kenikmatan dan kepuasan seksual. Sepanjang tidak berlebihan, masturbasi sah-sah saja dilakukan. Apalagi bila dilakukan bersama pasangan. Pertanyaannya kini, bagaimana bila masturbasi itu dilakukan oleh wanita, apakah ada cara khusus? Mengenai hal itu, androlog dari Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP) Dr Anita Gunawan SpAnd memaparkan cara pandangnya. "Masturbasi adalah cara untuk membuat kepuasan seksual dengan berswalayan (melakukan sendiri, orgasme sendiri, tanpa lawan). Tanpa suami, masturbasi dapat menjadi substitusi hubungan seksual bagi seorang wanita. Dengan melakukan masturbasi, seseorang dapat melepaskan ketegangan seksual. Jadi baik pria maupun wanita aman untuk melakukannya, asalkan dalam kondisi bersih," ucap Dr Anita. Kondisi bersih, lanjut Anita, menjadi syarat utama kegiatan masturbasi. Sebab kegiatan ini dilakukan langsung di area genital, karena itu ba...

[REVIEW] FDR Genzi

Disini ane mo sharing soal pemakaian ban motor FDR Genzi ukuran 80/80 - 17 yang dipakai di ban depan motor Honda Supra X 125. Ban tersebut ane beli seharga Rp 185.000 + pasang + Nitrogen di daerah Tangerang. Sedianya ban tersebut diharuskan untuk menggunakan ban dalam, namun atas saran dari toko ban tersebut untuk dijadikan ban tubeless. Selama dijadikan ban tubeless dan beberapa perjalanan jauh tidak terjadi sesuatu dengan ban tersebut alias normal - normal saja. Singkat aja ya, setelah 2 tahun pemakaian dan setelah diperhatiin klo ban tersebut abisnya ga rata. Penyebabnya kurang tau jg ya; apakah karena dijadiin tubeless ato karena dari ban itu sendiri. Ada tanya sama tukang tambal ban langganan, dibilangnya klo itu dari bannya sendiri. So sekarang ban tersebut sudah jd normal kembali karena da ane pakein ban dalam kembali. Soalnya kemaren ada masalah ban sobek kecil. seperti biasa klo no pic itu bisa disebut hoax, so ini foto - fotonya