Skip to main content

Bosan Bercinta? Cari Terobosan Baru!

INGIN berhubungan seks lebih sering? Carilah terobosan baru dan keluar dari rutinitas untuk kehidupan seks yang lebih berwarna.


Berikut, empat rutinitas seks yang biasa dirasakan banyak pasangan.

Seks ibarat balap mobil

Jelajahi setiap inci tubuhnya, terutama fokus pada paha dan perut bawahnya. Buatlah lingkaran berdiameter 5 cm dengan satu jari di bagian luar Miss V-nya, lalu ciumi, jilati, dan belai dengan lembut.

“Anda akan menyalakan ujung saraf dan membawa lebih dekat ke zona merah. Ini menjadikan seks adalah tentang penemuan, bukan tujuan tertentu. Tujuan berorientasi seks justru tidak seksi," kata Gloria Brame PhD, penulis Different Loving.

Waktu yang sama, tempat yang sama

Hidupkanlah kembali masa lalu, misal membawanya ke garasi untuk kemudian menikmati percintaan di kursi belakang mobil. Dengan tempat yang cukup sempit, praktikkan quickie sex.

Foreplay yang bisa ditebak

Anggap foreplay sebagai pembakaran lemak. Secara fisik, foreplay akan meningkatkan kadar dopamine untuk meringankan kegelisahan Anda.

"Dia akan merasa seks adalah tentang dirinya dan bukan hal acak yang harus dia akomodasi," ujar Pepper Schwartz PhD, profesor sosiologi di Washington University.

Bonusnya, keringat Anda yang keluar selama hubungan seks mengandung androstadienone, yakni lonjakan testosteron yang membangkitkan gairah ketika pasangan mencium aromanya.

Nonton televisi, lalu seks

Bacakan buku soal seks—tidak harus erotika—untuknya. Aktivitas intim ini bukan tentang isi buku yang dibaca, tapi bagaimana Anda lebih fokus pada suara. Semakin dalam, maka semakin baik. Suara rendah adalah tanda testosteron tinggi, yang mampu meningkatkan daya tarik pasangan pada Anda, menurut sebuah studi di Skotlandia.

Bacalah sambil berbaring di tempat tidur dimana posisi kepala sedikit lebih tinggi untuk menurunkan satu oktaf suara; ini memaksa Anda untuk mendorong udara dengan diafragma, bukan paru-paru sehingga suara menjadi lebih rendah.

Comments

Popular posts from this blog

Honda Supra X 125R VS Honda Supra X 125R Helm In

Blogger da pada tau kan, motor keluaran Honda yang sudah menjadi legenda selain Astrea Grand. Honda Supra namanya, sekarang da sampe di generasi ke - 3 dari awal kemunculannya dari 110cc sampe terakhir 125cc. Untuk masalah teknologi juga mengalami pembaruan dari mulai menggunakan karbu sampe terakhir menggunakan sistem injeksi generasi ke 4 yang diklaim lebih irit dan bertenaga. Disini bukan mo promosi - promosi produk Honda, tapi cuma mau sekedar sharing aja soal perbedaan - perbedaan antara Honda Supra X 125R dengan Honda Supra 125R Helm In. Yang dibandingin ini adalah motor pribadi ane sendiri tapi yang menggunakan sistem injeksi. Dimulai dari tampang depan, Perbedaan terletak di lampu utama yang memakai 2 bohlam seperti yang dipakai oleh New Supra X 125R. Untuk lampu sein dan lampu senja terletak di dada motor. Namun yang benar - benar baru teknologi lampunya sudah memakai AHO (Automatic Headlight On) atau bahasa inggrisnya lampu yang menyala otomatis ketika mesin hidup, sedangkan ...

Domain co.cc sudah tidak bisa diakses

Walah, setelah beberapa lama sudah tidak nge-blog lg eh ternyata domain .co.cc alias domain gratisan sudah tidak bisa lagi diakses. Selidik punya selidik, ternyata domain .co.cc sudah expired atau tidak di re-register ulang sama empunya. So daripada tidak bisa diakses lebih baik pakai domain asli lagi yang gratisan juga dari blogspot. Sayang sekali ya kenapa domain .co.cc tutup. Padahal banyak sekali blogger yang memanfaatkan domain gratisan ini saya salah satunya. Ya sudah lah, nasi sudah menjadi bubur so tidak perlu marah - marah atau comment menyalahkan .co.cc karena .co.cc itu layanan gratisan so wajar lah kalau terjadi kejadian seperti ini. Salam Blogger.

[REVIEW] FDR Genzi

Disini ane mo sharing soal pemakaian ban motor FDR Genzi ukuran 80/80 - 17 yang dipakai di ban depan motor Honda Supra X 125. Ban tersebut ane beli seharga Rp 185.000 + pasang + Nitrogen di daerah Tangerang. Sedianya ban tersebut diharuskan untuk menggunakan ban dalam, namun atas saran dari toko ban tersebut untuk dijadikan ban tubeless. Selama dijadikan ban tubeless dan beberapa perjalanan jauh tidak terjadi sesuatu dengan ban tersebut alias normal - normal saja. Singkat aja ya, setelah 2 tahun pemakaian dan setelah diperhatiin klo ban tersebut abisnya ga rata. Penyebabnya kurang tau jg ya; apakah karena dijadiin tubeless ato karena dari ban itu sendiri. Ada tanya sama tukang tambal ban langganan, dibilangnya klo itu dari bannya sendiri. So sekarang ban tersebut sudah jd normal kembali karena da ane pakein ban dalam kembali. Soalnya kemaren ada masalah ban sobek kecil. seperti biasa klo no pic itu bisa disebut hoax, so ini foto - fotonya