Skip to main content

Dibayar, Rahasia Klimaks Bintang Porno

BANYAK pasangan beralasan, memanfaatkan film porno untuk pendidikan seks dan memperkaya kehidupan seksnya. Benarkah atau hanya pembenaran?


Bagi sebagian orang, film porno bak imajinasi tak realistis. Setiap adegan di dalamnya sangat jauh dari kenyataan yang menampilkan pasangan sebagai mesin libido. Namun sebagian lainnya justru menikmati tayangan pornografi dan mengandalkannya untuk memperkaya kehidupan seksnya.

Terlepas dari tujuan mengonsumsi film porno, segelintir pria ataupun wanita berpikir untuk meniru adegan bercinta dalam tiap aksi sanggama mereka. Dalam mengekspresikan cinta, meniru adegan bercinta bintang porno menjadi salah satu cara untuk memberikan kepuasan pada pasangan. Aksi nakal dilakukan sebagai upaya pasutri membuat suasana ranjang kian panas dan menggelora.

Namun, terlintaskah di benak Anda bahwa apa yang dilakukan bintang porno dalam blue film adalah akting belaka? Mungkin ada sebagian wanita yang merasakan rangsangan hebat dengan aksi penetrasi, tapi sebagian besar dari kita melakukan penetrasi sebagai alat untuk mencapai tujuan (orgasme). Jika tanpa foreplay memadai wanita bisa digiring menuju menu utama, apakah tidak ada hal yang perlu dipertanyakan?

Napas berat dan menggebu serta kontak mata merupakan keuntungan yang dipetik oleh pria. Biasanya ekspresi itulah yang diperlihatkan bintang porno saat klimaks (dengan penetrasi). Kemungkinan dia berekspresi berlebihan seperti itu karena dibayar untuk melakukannya. Demikian okezone kutip dari The Frisky.

Fakta lainnya yang diungkap, adalah kondisi seputar payudara. Sebagian besar wanita tidak memiliki payudara yang berdiri tegak dan tidak bergerak saat klimaks. Kebanyakan dari kita juga tidak memilki perut rata dan bokong kencang, seperti yang diperlihatkan para bintang porno bertubuh mulus, tanpa bintik-bintik, selulit, atau bahkan goresan luka.

Comments

Popular posts from this blog

Honda Supra X 125R VS Honda Supra X 125R Helm In

Blogger da pada tau kan, motor keluaran Honda yang sudah menjadi legenda selain Astrea Grand. Honda Supra namanya, sekarang da sampe di generasi ke - 3 dari awal kemunculannya dari 110cc sampe terakhir 125cc. Untuk masalah teknologi juga mengalami pembaruan dari mulai menggunakan karbu sampe terakhir menggunakan sistem injeksi generasi ke 4 yang diklaim lebih irit dan bertenaga. Disini bukan mo promosi - promosi produk Honda, tapi cuma mau sekedar sharing aja soal perbedaan - perbedaan antara Honda Supra X 125R dengan Honda Supra 125R Helm In. Yang dibandingin ini adalah motor pribadi ane sendiri tapi yang menggunakan sistem injeksi. Dimulai dari tampang depan, Perbedaan terletak di lampu utama yang memakai 2 bohlam seperti yang dipakai oleh New Supra X 125R. Untuk lampu sein dan lampu senja terletak di dada motor. Namun yang benar - benar baru teknologi lampunya sudah memakai AHO (Automatic Headlight On) atau bahasa inggrisnya lampu yang menyala otomatis ketika mesin hidup, sedangkan ...

Menguak Cara Wanita Bermasturbasi

MASTURBASI yang dilakukan oleh pria dan wanita merupakan rangsangan disengaja yang dilakukan untuk memeroleh kenikmatan dan kepuasan seksual. Sepanjang tidak berlebihan, masturbasi sah-sah saja dilakukan. Apalagi bila dilakukan bersama pasangan. Pertanyaannya kini, bagaimana bila masturbasi itu dilakukan oleh wanita, apakah ada cara khusus? Mengenai hal itu, androlog dari Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP) Dr Anita Gunawan SpAnd memaparkan cara pandangnya. "Masturbasi adalah cara untuk membuat kepuasan seksual dengan berswalayan (melakukan sendiri, orgasme sendiri, tanpa lawan). Tanpa suami, masturbasi dapat menjadi substitusi hubungan seksual bagi seorang wanita. Dengan melakukan masturbasi, seseorang dapat melepaskan ketegangan seksual. Jadi baik pria maupun wanita aman untuk melakukannya, asalkan dalam kondisi bersih," ucap Dr Anita. Kondisi bersih, lanjut Anita, menjadi syarat utama kegiatan masturbasi. Sebab kegiatan ini dilakukan langsung di area genital, karena itu ba...

[REVIEW] FDR Genzi

Disini ane mo sharing soal pemakaian ban motor FDR Genzi ukuran 80/80 - 17 yang dipakai di ban depan motor Honda Supra X 125. Ban tersebut ane beli seharga Rp 185.000 + pasang + Nitrogen di daerah Tangerang. Sedianya ban tersebut diharuskan untuk menggunakan ban dalam, namun atas saran dari toko ban tersebut untuk dijadikan ban tubeless. Selama dijadikan ban tubeless dan beberapa perjalanan jauh tidak terjadi sesuatu dengan ban tersebut alias normal - normal saja. Singkat aja ya, setelah 2 tahun pemakaian dan setelah diperhatiin klo ban tersebut abisnya ga rata. Penyebabnya kurang tau jg ya; apakah karena dijadiin tubeless ato karena dari ban itu sendiri. Ada tanya sama tukang tambal ban langganan, dibilangnya klo itu dari bannya sendiri. So sekarang ban tersebut sudah jd normal kembali karena da ane pakein ban dalam kembali. Soalnya kemaren ada masalah ban sobek kecil. seperti biasa klo no pic itu bisa disebut hoax, so ini foto - fotonya