Skip to main content

Seks Tingkatkan Pertumbuhan Otak


TERNYATA, seks bisa membantu otak tumbuh, menurut penemuan baru pada tikus. Bahkan, tikus yang aktif secara seksual juga tampak tidak mudah stres dibanding tikus yang masih perawan.

Menurut studi para ilmuwan Universitas Princeton, temuan masa lalu telah menunjukkan bahwa stres dan peristiwa tidak menyenangkan bisa menahan pertumbuhan sel otak pada orang dewasa. Untuk melihat apakah perasaan menyenangkan dan tidak stres bisa memiliki efek sebaliknya, peneliti memelajari efek seks pada tikus.

Para ilmuwan melakukan penelitian lewat metode mak comblang di mana tikus jantan dewasa diberi akses bergaul dengan lawan jenisnya, baik sekali sehari selama dua pekan ataupun hanya sekali dalam dua pekan. Para ilmuwan juga mengukur kadar hormon stres yang dikenal sebagai glucocorticoid, yang dicurigai para peneliti berada di balik dampak merugikan dari pengalaman tidak menyenangkan pada otak.

Bila dibandingkan dengan tikus perjaka pria, kelompok tikus yang aktif secara seksual memiliki sel proliferasi, atau mengalami peningkatan jumlah neuron dalam hippocampus, bagian dari otak yang terhubung dengan memori di mana sel-selnya sangat sensitif terhadap pengalaman tidak menyenangkan. Tikus-tikus yang lebih sering berhubungan seks juga memiliki pertumbuhan sel-sel otak dewasa, serta peningkatan jumlah koneksi antara sel-sel otak. Demikian seperti okezone nukil dari Live Science, Selasa (3/8/2010).

Lebih lanjut, tikus yang hanya melihat tikus betina sekali dalam dua pekan memiliki kadar hormon stres, sedangkan tikus yang memiliki akses rutin untuk melihat tikus betina, tidak menunjukkan peningkatan hormon stres.

Temuan ini menunjukkan bahwa sementara hormon stres dapat merusak otak, efek ini bisa ditolak oleh pengalaman yang sangat menyenangkan.

Comments

Popular posts from this blog

Honda Supra X 125R VS Honda Supra X 125R Helm In

Blogger da pada tau kan, motor keluaran Honda yang sudah menjadi legenda selain Astrea Grand. Honda Supra namanya, sekarang da sampe di generasi ke - 3 dari awal kemunculannya dari 110cc sampe terakhir 125cc. Untuk masalah teknologi juga mengalami pembaruan dari mulai menggunakan karbu sampe terakhir menggunakan sistem injeksi generasi ke 4 yang diklaim lebih irit dan bertenaga. Disini bukan mo promosi - promosi produk Honda, tapi cuma mau sekedar sharing aja soal perbedaan - perbedaan antara Honda Supra X 125R dengan Honda Supra 125R Helm In. Yang dibandingin ini adalah motor pribadi ane sendiri tapi yang menggunakan sistem injeksi. Dimulai dari tampang depan, Perbedaan terletak di lampu utama yang memakai 2 bohlam seperti yang dipakai oleh New Supra X 125R. Untuk lampu sein dan lampu senja terletak di dada motor. Namun yang benar - benar baru teknologi lampunya sudah memakai AHO (Automatic Headlight On) atau bahasa inggrisnya lampu yang menyala otomatis ketika mesin hidup, sedangkan ...

Domain co.cc sudah tidak bisa diakses

Walah, setelah beberapa lama sudah tidak nge-blog lg eh ternyata domain .co.cc alias domain gratisan sudah tidak bisa lagi diakses. Selidik punya selidik, ternyata domain .co.cc sudah expired atau tidak di re-register ulang sama empunya. So daripada tidak bisa diakses lebih baik pakai domain asli lagi yang gratisan juga dari blogspot. Sayang sekali ya kenapa domain .co.cc tutup. Padahal banyak sekali blogger yang memanfaatkan domain gratisan ini saya salah satunya. Ya sudah lah, nasi sudah menjadi bubur so tidak perlu marah - marah atau comment menyalahkan .co.cc karena .co.cc itu layanan gratisan so wajar lah kalau terjadi kejadian seperti ini. Salam Blogger.

[REVIEW] FDR Genzi

Disini ane mo sharing soal pemakaian ban motor FDR Genzi ukuran 80/80 - 17 yang dipakai di ban depan motor Honda Supra X 125. Ban tersebut ane beli seharga Rp 185.000 + pasang + Nitrogen di daerah Tangerang. Sedianya ban tersebut diharuskan untuk menggunakan ban dalam, namun atas saran dari toko ban tersebut untuk dijadikan ban tubeless. Selama dijadikan ban tubeless dan beberapa perjalanan jauh tidak terjadi sesuatu dengan ban tersebut alias normal - normal saja. Singkat aja ya, setelah 2 tahun pemakaian dan setelah diperhatiin klo ban tersebut abisnya ga rata. Penyebabnya kurang tau jg ya; apakah karena dijadiin tubeless ato karena dari ban itu sendiri. Ada tanya sama tukang tambal ban langganan, dibilangnya klo itu dari bannya sendiri. So sekarang ban tersebut sudah jd normal kembali karena da ane pakein ban dalam kembali. Soalnya kemaren ada masalah ban sobek kecil. seperti biasa klo no pic itu bisa disebut hoax, so ini foto - fotonya