Skip to main content

Viagra, Rahasia Vitalitas Bintang Porno

JIKA menonton para bintang porno beraksi, tentu yang terbesit dalam pikiran ialah bak melihat marathon seks. Padahal, aksi tersebut jarang terjadi. Terutama, dalam adegan-adegan blue film. Para aktor dan aktris ini berhubungan seks selama dua jam pada suatu waktu.


Pernahkah terlintas di benak Anda, apakah mereka benar-benar bisa bertahan lama di ranjang? Bagaimana bisa Arnold Schwarzenegger, Pat Myne, dan Jack Hammer terus bertahan dengan Mr P yang berdiri tegak?

Mantra yang digunakan adalah, "get it up, get it on, get it off". Memang, beberapa pria memiliki semua keberuntungan pada Mr P-nya, mereka diberkati kemampuan luar biasa untuk mempertahankan ereksi di depan orang banyak dan kamera, sampai mereka diperintahkan untuk menghentikan adegan.

Meski begitu, tidak semua aktor blue film memiliki kelebihan tersebut. Untuk membuat Mr P berdiri tegak dan ereksi dalam waktu yang lama, mereka menggunakan viagra dan suntikan caverject. Ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja "adik kecil" mereka. Demikian seperti dinukil dari The Frisky, Jumat (6/8/2010).

Jika para aktor porno mengonsumsi doping untuk membantunya selalu "turn on" saat beraksi, apakah para aktris benar-benar meraih "The Big O" yang dasyat?

Tidak ada jawaban pasti untuk para bintang porno wanita. Kendati begitu, mereka bisa menikmati seks begitu lama. Bukan tanpa alasan. Pasalnya, beberapa wanita yang bekerja menjadi bintang porno, hanya karena kecintaan mereka pada seks.

Beberapa bintang porno telah orgasme di depan kamera secara teratur. Ada gadis yang mengalami orgasme begitu saja. Tapi sangat mungkin, jika orgasme yang Anda lihat di film terlihat menggantung, bahkan palsu.

Kehebatan seks mereka di ranjang mungkin tidak diragukan lagi, tapi ketika tiba waktunya orgame, mereka berakting bak aktris sekaliber pemenang Oscar. Wow!

Comments

Popular posts from this blog

Honda Supra X 125R VS Honda Supra X 125R Helm In

Blogger da pada tau kan, motor keluaran Honda yang sudah menjadi legenda selain Astrea Grand. Honda Supra namanya, sekarang da sampe di generasi ke - 3 dari awal kemunculannya dari 110cc sampe terakhir 125cc. Untuk masalah teknologi juga mengalami pembaruan dari mulai menggunakan karbu sampe terakhir menggunakan sistem injeksi generasi ke 4 yang diklaim lebih irit dan bertenaga. Disini bukan mo promosi - promosi produk Honda, tapi cuma mau sekedar sharing aja soal perbedaan - perbedaan antara Honda Supra X 125R dengan Honda Supra 125R Helm In. Yang dibandingin ini adalah motor pribadi ane sendiri tapi yang menggunakan sistem injeksi. Dimulai dari tampang depan, Perbedaan terletak di lampu utama yang memakai 2 bohlam seperti yang dipakai oleh New Supra X 125R. Untuk lampu sein dan lampu senja terletak di dada motor. Namun yang benar - benar baru teknologi lampunya sudah memakai AHO (Automatic Headlight On) atau bahasa inggrisnya lampu yang menyala otomatis ketika mesin hidup, sedangkan ...

Domain co.cc sudah tidak bisa diakses

Walah, setelah beberapa lama sudah tidak nge-blog lg eh ternyata domain .co.cc alias domain gratisan sudah tidak bisa lagi diakses. Selidik punya selidik, ternyata domain .co.cc sudah expired atau tidak di re-register ulang sama empunya. So daripada tidak bisa diakses lebih baik pakai domain asli lagi yang gratisan juga dari blogspot. Sayang sekali ya kenapa domain .co.cc tutup. Padahal banyak sekali blogger yang memanfaatkan domain gratisan ini saya salah satunya. Ya sudah lah, nasi sudah menjadi bubur so tidak perlu marah - marah atau comment menyalahkan .co.cc karena .co.cc itu layanan gratisan so wajar lah kalau terjadi kejadian seperti ini. Salam Blogger.

[REVIEW] FDR Genzi

Disini ane mo sharing soal pemakaian ban motor FDR Genzi ukuran 80/80 - 17 yang dipakai di ban depan motor Honda Supra X 125. Ban tersebut ane beli seharga Rp 185.000 + pasang + Nitrogen di daerah Tangerang. Sedianya ban tersebut diharuskan untuk menggunakan ban dalam, namun atas saran dari toko ban tersebut untuk dijadikan ban tubeless. Selama dijadikan ban tubeless dan beberapa perjalanan jauh tidak terjadi sesuatu dengan ban tersebut alias normal - normal saja. Singkat aja ya, setelah 2 tahun pemakaian dan setelah diperhatiin klo ban tersebut abisnya ga rata. Penyebabnya kurang tau jg ya; apakah karena dijadiin tubeless ato karena dari ban itu sendiri. Ada tanya sama tukang tambal ban langganan, dibilangnya klo itu dari bannya sendiri. So sekarang ban tersebut sudah jd normal kembali karena da ane pakein ban dalam kembali. Soalnya kemaren ada masalah ban sobek kecil. seperti biasa klo no pic itu bisa disebut hoax, so ini foto - fotonya